Sambas (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Kamaluddin Umar dan Muhd. Sukarno, mengikuti seminar bertajuk “Belajar dari Kesultanan Borneo: Sejarah Dakwah sebagai Basis Ketahanan Sosial dan Kedaulatan” yang digelar di Aula Bupati Sambas pada Rabu malam (8/4/2026).
Seminar tersebut menghadirkan narasumber Erwin Mahrus yang memaparkan peran penting sejarah dakwah pada masa Kesultanan di wilayah Borneo sebagai fondasi dalam membangun ketahanan sosial masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan budaya dan identitas lokal.
Dalam pemaparannya, Erwin Mahrus menjelaskan bahwa dakwah pada masa kesultanan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran Islam, tetapi juga menjadi medium pembinaan masyarakat yang menekankan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman.
Menurutnya, pendekatan dakwah yang mengedepankan kearifan lokal dan dialog budaya menjadi salah satu kunci keberhasilan para ulama dan pemimpin kesultanan dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan masyarakat di wilayah Borneo.
Keikutsertaan Kamaluddin Umar dan Muhd. Sukarno dalam seminar ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas penyuluh agama dalam memahami sejarah dan strategi dakwah yang kontekstual. Diharapkan, wawasan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas pembinaan umat serta memperkuat nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
