Melawi (Kemenag Melawi) — Kegiatan Safari Ramadan 1447 H yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Melawi bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia di Masjid An-Nur, Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Selasa malam (10/3/2026), berlangsung khidmat dan penuh makna. Salah satu rangkaian utama kegiatan tersebut adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Rio kepada jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Ustad Rio mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan di lisan, tetapi juga pedoman hidup yang tertanam di dalam hati. Menurutnya, membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan, namun yang lebih penting adalah bagaimana memahami dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan bahwa sering kali seseorang mampu membaca Al-Qur’an dengan lisannya, tetapi pada saat yang sama mulut tersebut juga digunakan untuk melakukan perbuatan yang dilarang dalam Al-Qur’an. Hal tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya berhenti pada membaca, tetapi juga merenungi dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Jangan sampai Al-Qur’an hanya terucap di mulut, tetapi tidak sampai tertancap di dalam hati. Padahal mulut yang sama yang kita gunakan membaca Al-Qur’an, terkadang juga digunakan untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Al-Qur’an,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ustad Rio juga mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri dengan lebih dekat kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi penjaga diri dari perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Tausiyah tersebut mendapat perhatian penuh dari para jamaah yang hadir. Suasana khidmat terlihat ketika jamaah menyimak pesan-pesan yang disampaikan, yang diharapkan dapat menjadi pengingat dan motivasi dalam meningkatkan kualitas keimanan serta pengamalan ajaran Islam.
Melalui tausiyah tersebut, kegiatan Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana penguatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat di Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing.
