Melawi (Kemenag Melawi) — Suasana religius dan penuh semangat mewarnai kegiatan Pesantren Kilat yang digelar di SMK Negeri 1 Nanga Pinoh pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter keagamaan bagi peserta didik di bulan suci Ramadan.
Hadir sebagai pemateri, Ustaz M. Yusuf menyampaikan materi bertajuk “Tak Putus Walau Sudah Putus”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ada tiga amalan yang tidak akan terputus pahalanya meskipun seseorang telah meninggal dunia.
“Ketika manusia wafat, seluruh amalnya terhenti, kecuali tiga perkara,” ujar Ustaz M. Yusuf di hadapan para siswa.
Tiga amalan tersebut yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh. Ia menegaskan bahwa ketiganya menjadi investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir tanpa batas waktu.
Pertama, sedekah jariyah, seperti wakaf tanah, pembangunan masjid, atau fasilitas umum yang dimanfaatkan masyarakat. Selama manfaat itu dirasakan, selama itu pula pahala terus mengalir.
Kedua, ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang diajarkan dan diamalkan orang lain akan menjadi pahala berkelanjutan bagi pemberinya.
Ketiga, anak yang saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Doa tulus dari anak menjadi penghubung kebaikan yang tak pernah terputus.
Dalam kegiatan tersebut, Ustaz M. Yusuf didampingi oleh Ali Anshori yang turut memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan masa muda untuk menanam amal jariyah sejak dini.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan Pesantren Kilat ini sebagai upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan akhlak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya menyiapkan bekal kehidupan akhirat sejak sekarang, serta terdorong untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Pesantren Kilat di SMK Negeri 1 Nanga Pinoh ini menjadi momentum penguatan karakter religius di kalangan pelajar, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
