Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Katolik KUA Ella Hilir, Veronika Sumarni, melaksanakan kegiatan bimbingan Pendalaman Iman Masa Prapaskah di SMAS PGRI Ella Hilir, Kecamatan Ella Hilir. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa tentang makna puasa dan pantang dalam kehidupan remaja Katolik.
Dalam penyampaian materinya, Veronika menjelaskan bahwa masa Prapaskah merupakan waktu refleksi dan pertobatan diri untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia menekankan bahwa puasa dan pantang bukan sekadar kewajiban formal, tetapi memiliki makna rohani yang mendalam, khususnya bagi kalangan remaja.
Menurutnya, puasa dan pantang menjadi tanda pertobatan, yakni ungkapan penyesalan atas kesalahan dan kerinduan untuk kembali hidup sesuai kehendak Tuhan. Selain itu, puasa juga mengajarkan solidaritas, di mana remaja diajak merasakan sebagian kecil penderitaan mereka yang lapar dan kekurangan, sehingga tumbuh rasa empati dan syukur.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa puasa dan pantang juga merupakan sarana pengendalian diri (self-mastery). Remaja dilatih untuk mengendalikan kehendak agar tidak mudah terbawa arus tren, emosi, maupun kecanduan, seperti penggunaan gadget atau permainan digital yang berlebihan.
“Gereja Katolik menekankan bahwa remaja bukanlah ‘Gereja masa depan’, melainkan ‘Gereja masa kini’. Keterlibatan dalam aksi nyata Prapaskah membuktikan bahwa iman tidak berhenti di kepala, tetapi nyata dalam tindakan,” ungkap Veronika di hadapan para siswa.
Ia juga menambahkan bahwa pertobatan yang paling sejati bagi remaja adalah ketika berani mengurangi ego untuk memberi ruang lebih besar bagi Tuhan dan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pendalaman iman ini berlangsung dengan penuh perhatian dan partisipasi aktif dari para siswa. Melalui bimbingan ini, diharapkan para remaja semakin memahami makna Prapaskah secara mendalam serta mampu menghidupi nilai-nilai iman dalam tindakan nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
