Rangkaian PHTC Kalbar II Berlanjut, Kemenag Melawi Resmikan Rehabilitasi dan Renovasi MIS Al-Wathan Sokan

Melawi (Kemenag Melawi) — Setelah melaksanakan peletakan batu pertama rehabilitasi dan renovasi MIS Al-Ma’arif 3 Tanjung Paoh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Muhammad Qamarul Khair beserta staf, melanjutkan kegiatan dengan kunjungan kerja ke Kecamatan Sokan, Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB.

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka peletakan batu pertama rehabilitasi dan renovasi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Wathan Sokan, yang merupakan bagian dari program Madrasah PHTC Provinsi Kalimantan Barat II.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus MIS Al-Wathan Sokan, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sokan, serta perwakilan kontraktor pelaksana kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Is Wahyudi, pegawai KUA Kecamatan Sokan, yang mengarahkan jalannya kegiatan dari awal hingga akhir acara. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan pengurus MIS Al-Wathan Sokan, Warnudin, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian serta dukungan Kementerian Agama terhadap peningkatan sarana dan prasarana madrasah.

Dalam sambutannya, Anuar Akhmad menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah melalui penyediaan fasilitas belajar yang layak, aman, dan representatif. Ia berharap rehabilitasi dan renovasi MIS Al-Wathan Sokan dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan serta ketentuan yang berlaku, sehingga memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Kepala Kantor Kemenag Melawi, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam serta perwakilan pengurus MIS Al-Wathan Sokan, yang menandai dimulainya secara resmi rehabilitasi dan renovasi MIS Al-Wathan Sokan.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *