Melawi (Kemenag Melawi) — Kegiatan Motivasi Pagi yang rutin dilaksanakan, pada momentum bulan suci Ramadhan kali ini diganti dengan Kultum Ramadhan. Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Pinoh Utara, Helida, sebagai pemateri pembuka yang menyampaikan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai tarbiyah (pendidikan) bagi ruhani.
Dalam penyampaiannya, Helida menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan madrasah spiritual yang membentuk pribadi menjadi lebih baik. “Jadikan Ramadhan sebagai tarbiyah bagi ruhani. Momentum Ramadhan tahun ini harus mampu membentuk karakter dan kepribadian yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di antara kepribadian yang dibentuk melalui ibadah puasa adalah kejujuran, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Kejujuran terlatih karena puasa adalah ibadah yang sangat personal antara hamba dan Allah SWT. Kesabaran terasah melalui pengendalian diri dari hawa nafsu, sementara kepedulian sosial tumbuh dari rasa empati kepada saudara-saudara yang kurang mampu.
Lebih lanjut, Helida mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa tujuan diwajibkannya puasa adalah agar umat Islam menjadi orang-orang yang bertakwa. Nilai ketakwaan inilah yang menjadi puncak capaian dari ibadah Ramadhan.
“Kita berharap Ramadhan tahun ini benar-benar membekas dalam diri, tidak hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai proses pembentukan pribadi yang bertakwa,” tambahnya.
Kegiatan Kultum Ramadhan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh peserta semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih berintegritas dan bertakwa.
