Syamsul Sukses Paparkan Seminar Aktualisasi, Hadirkan Peta Digital Pelaku Usaha JPH untuk Permudah Pengawasan Halal di Melawi

Melawi (Kemenag Kalbar) — Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Muhammad Syamsul Bahar, sukses memaparkan Seminar Laporan Aktualisasi pada Selasa, 25 November 2025. Dalam laporannya, Syamsul mengangkat persoalan krusial terkait sulitnya menelusuri alamat pelaku usaha Jaminan Produk Halal (JPH) di Kabupaten Melawi. Selama ini, data pelaku usaha masih disajikan secara statis, manual, serta tersebar di beberapa dokumen sehingga tidak terintegrasi dan menyulitkan proses pengawasan maupun pendampingan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Syamsul menggagas inovasi “Pemetaan Lokasi Pelaku Usaha JPH Menggunakan Google My Maps” yang menghadirkan sebuah sistem informasi berbasis peta digital. Melalui inovasi ini, seluruh titik lokasi UMK/UMKM pelaku usaha JPH dipetakan secara akurat menggunakan koordinat digital, kemudian diverifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kevalidan datanya. Informasi tersebut kemudian disusun dalam bentuk Peta Digital Terpadu yang lebih mudah diakses, lebih transparan, dan mampu mendukung kecepatan pelayanan halal.

Rangkaian aktualisasi dilakukan Syamsul secara sistematis, dimulai dari konsultasi dengan mentor, pengumpulan data bersama para P3H, penyusunan peta menggunakan Google My Maps, hingga verifikasi faktual di lapangan. Metode kerja tersebut menunjukkan penginternalisasian nilai-nilai BerAKHLAK, terutama Kompeten melalui pemanfaatan perangkat digital, Akuntabel dalam memastikan keakuratan titik koordinat, serta Berorientasi Pelayanan dengan menghasilkan sistem yang ramah pengguna bagi petugas maupun masyarakat.

Melalui seminar tersebut, Fazli Aminuddin selaku mentor Latsar yang mewakili Muhammad Desi Asiska memberikan apresiasi atas kreativitas dan ketepatan solusi yang ditawarkan Syamsul. Ia menilai hadirnya peta digital ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki tata kelola data JPH. “Kami sangat mengapresiasi gagasan yang dirancang Syamsul. Pemetaan digital ini bukan hanya mempermudah proses pengawasan dan pendampingan JPH, tetapi juga memberikan wajah baru bagi layanan halal di Kemenag Melawi,” ujarnya.

Fazli menambahkan bahwa rancangan inovasi ini ke depan akan diintegrasikan ke dalam Layanan Digital Terpadu (LDR) Kemenag Melawi sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, akurat, dan modern. Integrasi tersebut diharapkan semakin memperkuat inovasi digital Kemenag Melawi dan memudahkan para pelaku usaha dalam mendapatkan layanan terkait Jaminan Produk Halal.

Dengan terlaksananya seminar aktualisasi ini, Syamsul tidak hanya memenuhi syarat pendidikan dasar CPNS, tetapi juga meninggalkan kontribusi yang berdampak langsung pada perbaikan layanan publik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Melawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *