



Melawi – Kemenag Kalbar. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Perayaan Natal Oikumene yang digelar pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Aula Pendopo Bupati Melawi.
Perayaan Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ini berlangsung dengan meriah dan penuh sukacita, dihadiri oleh kurang lebih 2.000 umat Kristen dari berbagai gereja, organisasi keagamaan, serta unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Melawi menegaskan bahwa makna Natal bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum untuk memperdalam kasih, kedamaian, dan kepedulian antarsesama. Ia menekankan bahwa kelahiran Yesus Kristus adalah simbol kehadiran Allah yang membawa keselamatan dan pengharapan, terlebih bagi keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan masyarakat.
Beliau juga mengajak seluruh umat untuk memperkuat empati antarpemeluk agama di tengah keberagaman Melawi. Menurutnya, empati adalah fondasi penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Dengan saling memahami dan menghargai perbedaan, masyarakat Melawi dapat membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.
Lebih lanjut, Kepala Kantor Kemenag menegaskan pentingnya implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama, jelasnya, bukanlah upaya mengurangi keyakinan, tetapi cara untuk menjalankan agama dengan seimbang, menghormati perbedaan, dan menjauhi sikap ekstrem. Nilai-nilai moderasi seperti komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan adaptasi terhadap budaya lokal harus menjadi pedoman bersama.
Ia juga menyoroti bahwa kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Melawi merupakan aset penting yang harus dijaga bersama. Perayaan Natal Oikumene ini menjadi bukti nyata sinergi dan keharmonisan yang sudah terbangun. Pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama untuk merawat suasana damai tersebut.
Acara KKR berlangsung dengan khidmat, diwarnai pujian penyembahan, renungan, liturgi, serta persekutuan umat yang penuh sukacita. Perayaan ini tidak hanya menjadi wadah ibadah, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan membangun komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di Kabupaten Melawi.
