Melawi (Kemenag Kalbar) — Podcast Si Niman, program dialog keagamaan dari Kementerian Agama Kabupaten Melawi, kembali hadir dengan episode terbaru yang mengangkat tema “Islam Damai dari Melawi untuk Nusantara.” Episode ini menghadirkan Aswandi sebagai narasumber utama dan dipandu oleh host Ali Anshori.
Dalam diskusi yang penuh gagasan tersebut, Aswandi menegaskan bahwa Melawi memiliki karakter unik sebagai daerah yang dihuni beragam suku, agama, dan budaya.
“Melawi itu dihuni banyak suku, agama, dan latar belakang budaya. Namun justru itulah yang membuat Melawi damai. Masyarakat sudah terbiasa hidup berdampingan, saling bantu, dan saling hormat. Perbedaan itu bukan jarak, tapi kekayaan kita,” ungkapnya.
Membahas tema Islam Damai, Aswandi menekankan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Islam damai berarti Islam yang menenangkan, tidak mudah menghakimi, dan selalu mengajak kepada kebaikan. Dakwah itu bukan marah-marah, tetapi memanusiakan manusia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran penting kearifan lokal Melawi, terutama budaya gotong royong, yang turut menjaga keharmonisan antarumat beragama.
“Ketika ada acara masyarakat, semua terlibat tanpa melihat agama. Itu sangat sesuai dengan nilai adab dalam Islam,” tambahnya.
Sebagai seorang penyuluh agama, Aswandi menjelaskan bahwa penyuluh bertugas menjaga ketenangan sosial.
“Penyuluh itu bukan hanya penceramah, tetapi jembatan. Kami hadir untuk memberi pemahaman, meredam konflik kecil, dan menjaga agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” terangnya.
Dalam diskusi, ia juga menyoroti tantangan besar dakwah di era digital, terutama maraknya hoaks yang cepat menyebar.
“Orang bisa ribut hanya karena hoaks. Tugas kami meluruskan, menenangkan, dan mengajak masyarakat tidak gampang terbawa arus,” jelasnya.
Aswandi mengingatkan pentingnya literasi digital bagi masyarakat.
“Pertama, jangan langsung percaya. Kedua, cek dulu sumbernya. Ketiga, jangan ikut menyebarkan. Verifikasi itu bagian dari akhlak,” tegasnya.
Menutup perbincangan, ia menekankan bahwa dakwah yang paling efektif adalah dakwah yang lemah lembut, santun, dan kontekstual.
“Orang lebih mudah menerima nasihat dari orang yang dekat dan ramah daripada dari suara keras yang tidak bersahabat,” tutupnya.
Melalui konten seperti ini, Podcast Si Niman terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang memperkuat moderasi beragama, harmoni sosial, serta pemahaman Islam yang damai bagi masyarakat Melawi dan sekitarnya.
