Melawi (Kemenag Kalbar) — Kementerian Agama Kabupaten Melawi kembali menghadirkan episode terbaru Podcast Si Niman dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini, yaitu “Gen Z dan Moderasi Digital.” Podcast kali ini menghadirkan Faishol, Penyuluh Agama Islam Kemenag Melawi, sebagai narasumber, dengan Ali Anshori bertindak sebagai host.
Dalam pemaparannya, Faishol menjelaskan bahwa Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 adalah generasi yang tumbuh dengan internet dan teknologi sejak dini. “Mereka cepat, kritis, kreatif, tetapi sekaligus rentan terhadap hoaks, tekanan digital, dan dinamika dunia maya yang kompleks,” ujarnya saat berbicara di ruang podcast Kemenag Melawi pada Senin (08/12/2025).
Karena itu, menurutnya, diperlukan sikap bijak dalam bermedia digital, termasuk tabayyun, etika berkomunikasi, serta pemahaman nilai-nilai agama sebagai pedoman. “Kejujuran, menjaga lisan, serta menjauhi kebencian harus menjadi dasar dalam setiap aktivitas digital,” tambahnya.
Faishol juga menegaskan bahwa media digital dapat menjadi ladang kebaikan maupun sebaliknya bergantung pada bagaimana pengguna mengelolanya. Dakwah dan edukasi di ruang digital, katanya, perlu terus dihadirkan melalui literasi digital yang kuat, penyediaan konten positif, serta pendampingan yang tepat kepada generasi muda.
“Kita harus menjadi teladan dan mengarahkan, bukan sekadar melarang,” tegasnya. Ia juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda untuk membiasakan saring sebelum sharing, mengendalikan emosi saat bermedia sosial, menggunakan platform digital untuk belajar dan berkarya, serta tetap menyeimbangkan dunia maya dengan kehidupan nyata. “Mari bersama membentuk Generasi Digital Berakhlak,” tutupnya.
Podcast Si Niman edisi ini memberikan gambaran bahwa moderasi digital menjadi kebutuhan penting di era serba cepat dan terbuka. Dengan kolaborasi antara literasi, etika, dan nilai agama, generasi muda dapat memanfaatkan ruang digital secara lebih sehat dan produktif. Kemenag Melawi mendorong agar edukasi moderasi digital terus diperkuat sebagai salah satu langkah strategis membentuk ekosistem digital yang santun dan berkeadaban.
