Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Melawi, Sugeng menerima kunjungan tim sosialisasi dari Institut Agama Islam Negeri Pontianak. Tim tersebut berasal dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Jurusan Perbandingan Agama dalam rangka memperkenalkan program studi dan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Kedua utusan dari IAIN Pontianak diterima oleh kepala madrasah. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Pemaparan dari Elmansyah dosen IAIN tentang jurusan perbandingan agama – agama sangat menarik.
Rombongan IAIN Pontianak dipimpin langsung oleh dosen Jurusan Perbandingan Agama. Mereka disambut secara resmi oleh Kepala MAN Melawi yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian kampus dalam memberikan informasi langsung kepada siswa di daerah. Bagi mahasiswa laki – laki disediakan rumah.
Kepala MAN Melawi menekankan pentingnya memilih perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga sesuai dengan minat dan potensi siswa. Ia berharap sosialisasi ini dapat membuka wawasan siswa tentang pilihan studi di bidang keagamaan.
Tim dari IAIN Pontianak memaparkan profil Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah secara umum. Dijelaskan bahwa fakultas ini memiliki peran penting dalam mencetak sarjana yang memahami ilmu-ilmu keislaman secara mendalam dan kontekstual.
Fokus utama sosialisasi adalah pengenalan Jurusan Perbandingan Agama. Dosen pemateri menjelaskan bahwa jurusan ini mempelajari berbagai agama secara objektif, ilmiah, dan dialogis. Tujuannya untuk membangun toleransi, moderasi beragama, dan kemampuan komunikasi antarumat beragama.
Mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama nantinya akan dibekali mata kuliah seperti sejarah agama-agama, sosiologi agama, filsafat agama, hingga praktik dialog lintas iman. Lulusan diharapkan mampu menjadi pendidik, peneliti, mediator, hingga pegiat kerukunan.
Elmansyah menambahkan bahwa jurusan ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kalimantan Barat yang multikultural. Lulusan dapat berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
Lulusan prodi ini dapat diserap menjadi penyuluh dan penghulu dengan pemahaman kitab kuning sebagai syarat wajib prodi ini. Saat ini peminat prodi ini belum telalu banyak, sehingga membuka peluang besar bagi lulusannya.
Informasi terkait jalur penerimaan mahasiswa baru juga disampaikan secara lengkap. Mulai dari jalur SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, hingga jalur mandiri. Persyaratan, jadwal pendaftaran, dan dokumen yang dibutuhkan dijelaskan satu per satu agar siswa tidak kebingungan. pembukaan dibuka sampai akhir Agustus mendatang.
Tim sosialisasi juga membawa brosur, buku panduan, dan video profil kampus. Materi-materi tersebut dibagikan kepada siswa agar dapat dipelajari lebih lanjut di rumah dan didiskusikan bersama orang tua. Mereka menyampaikan bahwa saat ini IAIN Pontianak telah memiliki program S3.
Kepala MAN Melawi menyambut baik kerja sama ini. Ia berharap ke depan IAIN Pontianak dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan madrasah, seperti program pengabdian, pelatihan guru, dan magang mahasiswa di lingkungan madrasah.
Bagi para siswa yang tertarik untuk mendaftar di Jurusan Perbandingan Agama. Mereka menilai ilmu yang dipelajari sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman dan membangun daerah dengan semangat kebersamaan.
Sebelum menutup kegiatan, tim IAIN Pontianak memberikan motivasi kepada agar tidak takut melanjutkan kuliah meski berada di daerah. Dukungan beasiswa dan program afirmasi dari pemerintah menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. Kepala MAN Melawi berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal lahirnya mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari Melawi yang kelak mengharumkan nama madrasah dan daerah di tingkat provinsi maupun nasional. (Okta)
