Penyuluh Agama Kristen KUA Pinoh Utara Ikuti Retret Perkauan Daerah Melawi Hilir Bertema “Kekuatan Seorang Perempuan”

Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Pinoh Utara menghadiri kegiatan Retret Perkauan Daerah Melawi Hilir yang diselenggarakan di GKII Smirna Sungai Raya. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) tersebut diikuti oleh 578 peserta dari berbagai jemaat GKII di wilayah Melawi Hilir.

Retret mengusung tema “Kekuatan Seorang Perempuan” yang diangkat dari Amsal 31:10–31 dengan subtema “Hendaklah Perempuan GKII Melawi Hilir Hidup dengan Kekuatan Tuhan”. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan rohani bagi kaum perempuan untuk memperdalam iman, memperkuat karakter Kristiani, serta meningkatkan kualitas pelayanan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.

Selama pelaksanaan retret, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ibadah, penyampaian firman Tuhan, pendalaman Alkitab, hingga pembinaan rohani yang bertujuan menumbuhkan kehidupan spiritual yang semakin matang dan berakar pada nilai-nilai kekristenan.

Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Pinoh Utara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, retret menjadi sarana yang efektif untuk mempererat persekutuan, membangun semangat kebersamaan, sekaligus membekali kaum perempuan agar semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai pribadi yang takut akan Tuhan dan mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Keikutsertaan Penyuluh Agama Kristen dalam kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Melawi dalam mendukung pembinaan umat melalui pendampingan dan penguatan kehidupan keagamaan. Sinergi antara penyuluh dan gereja diharapkan terus terjalin guna menciptakan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.

Melalui kegiatan retret ini, diharapkan para peserta semakin bertumbuh dalam iman, memiliki karakter yang tangguh, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *