Penyuluh Agama Katolik KUA Pinoh Selatan Bina Anak Sekolah Minggu di Paroki Santo Stefanus Manggala

Screenshot

Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Katolik Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinoh Selatan, Nur Apriani, melaksanakan pembinaan kepada anak-anak Bina Iman Anak (BIA) di Paroki Santo Stefanus Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan iman sejak usia dini.

Pembinaan BIA bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, membentuk karakter Kristiani, serta membimbing anak-anak agar semakin mengenal ajaran Gereja dan mengamalkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk semakin mencintai Tuhan serta mengembangkan sikap saling menghormati, peduli, dan bertanggung jawab.

Dalam pembinaannya, Nur Apriani menyampaikan materi keagamaan yang disesuaikan dengan usia peserta, disertai pendalaman Kitab Suci, doa bersama, serta berbagai aktivitas edukatif yang mendorong anak-anak lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran iman.

Menurut Nur Apriani, pembinaan kepada anak-anak merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, serta kepedulian terhadap sesama.

“Melalui pembinaan BIA, kita berharap anak-anak tidak hanya bertumbuh dalam pengetahuan iman, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari anak-anak dan pendamping BIA. Kehadiran Penyuluh Agama Katolik di tengah kegiatan pembinaan menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Melawi dalam mendukung pelayanan dan pembinaan umat hingga ke tingkat paroki.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan anak-anak BIA Paroki Santo Stefanus Manggala tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, serta mampu menjadi pribadi yang membawa nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *