Melawi (Kemenag Melawi) – Puluhan pelajar Katolik di SMK Bina Kusuma Dua Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mendapat bimbingan rohani dari Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Gabriel Salim, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di sekolah yang beralamat di Jalan Sertu Desa Tanjung Tengang tersebut mengusung tema “Menjadi Terang di Tengah Dunia Digital”.
Kegiatan ini bertujuan membekali para pelajar dengan nilai-nilai iman dan karakter Kristiani di tengah gempuran arus informasi dan pengaruh dunia digital yang kian masif. Dalam bimbingannya, Gabriel Salim menyampaikan lima pesan penting bagi generasi muda Katolik.
Pertama, Kaum Muda adalah Harapan Gereja dan Bangsa. Gabriel menekankan bahwa pelajar Katolik memiliki peran strategis sebagai penerus estafet perjuangan bangsa dan pewaris iman Gereja. “Kalian adalah masa depan. Apa yang kalian lakukan hari ini akan menentukan wajah Gereja dan bangsa Indonesia di masa mendatang,” ujarnya di hadapan para siswa.
Kedua, Jangan Takut Bermimpi. Penyuluh agama yang juga aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan rohani ini mendorong para pelajar untuk berani memiliki cita-cita besar. “Mimpi adalah anugerah Tuhan. Jangan biarkan rasa takut dan keraguan menghalangi langkah kalian untuk meraihnya. Dengan doa dan kerja keras, mimpi itu akan menjadi kenyataan,” pesannya, mengingatkan kembali semangat yang pernah ia sampaikan dalam berbagai kesempatan pembinaan generasi muda.
Ketiga, Bijaksana Menggunakan Media Sosial. Menyoroti tema utama kegiatan, Gabriel mengingatkan agar para pelajar cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. “Dunia digital adalah ladang misi baru. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, menyebarkan kebaikan, dan membangun relasi yang sehat. Jangan sampai kalian menjadi korban atau bahkan pelaku penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya,” tegasnya.
Keempat, Berani Berkata Tidak pada Pergaulan yang Buruk. Gabriel mengajak para pelajar untuk memiliki keteguhan iman dan sikap berani menolak ajakan kepada hal-hal yang merusak, baik itu narkoba, pergaulan bebas, maupun tindak kekerasan. “Menjadi Katolik berarti menjadi pribadi yang berani membela kebenaran. Katakan ‘tidak’ pada dosa, dan katakan ‘ya’ pada panggilan Tuhan,” imbuhnya.
Kelima, Jadilah Garam dan Terang Dunia. Menutup rangkaian pesannya, Gabriel Salim mengingatkan panggilan setiap orang Katolik untuk menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menerangi kegelapan, sebagaimana amanat Injil. “Di tengah dunia yang semakin gelap oleh nilai-nilai sesat, kalian dipanggil untuk menjadi terang. Tunjukkanlah iman kalian melalui perbuatan baik, kasih, dan kesaksian hidup sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan bimbingan yang berlangsung dengan khidmat ini mendapat sambutan antusias dari para pelajar. Mereka mengaku mendapatkan pencerahan dan semangat baru untuk menjalani hidup sebagai generasi muda Katolik yang tangguh di era digital. Kepala SMK Bina Kusuma Dua Nanga Pinoh berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (gsm)
