Melawi (Kemenag Melawi) – Tiga kepala madrasah di Kabupaten Melawi melaksanakan silaturahmi di MTs Negeri 1 Melawi, Rabu, (15/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala MTs Negeri 1 Melawi Fakhrudin, Kepala MIN 1 Melawi Adi Sisno, dan Kepala MTs Darul Ikhsan Sijau Mi’i Wardani. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan yang dimanfaatkan untuk bertukar gagasan dalam menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam diskusi santai tersebut, ketiga kepala madrasah membahas berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan, mulai dari penguatan karakter peserta didik, peningkatan mutu pembelajaran, pengelolaan madrasah, hingga kesiapan penerapan Kurikulum KBC sebagai modal awal dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Pertukaran pengalaman antarmadrasah menjadi bagian penting untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi di lapangan.
Kepala MTs Negeri 1 Melawi, Fakhrudin, menyampaikan bahwa silaturahmi antarpimpinan madrasah merupakan ruang yang strategis untuk saling menguatkan. “Melalui silaturahmi seperti ini, banyak pengalaman dan praktik baik yang dapat dibagikan. Kurikulum KBC menjadi salah satu fokus pembahasan agar setiap madrasah memiliki kesiapan yang matang dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik sejak awal tahun ajaran,” ujar Fakhrudin.
Selain membahas implementasi kurikulum, pertemuan juga menyoroti pentingnya membangun kolaborasi antarmadrasah dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang. Berbagai ide dan masukan yang muncul diharapkan mampu memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, serta menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Silaturahmi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk terus memperkuat kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Melawi. Dengan komunikasi yang terjalin secara baik dan kolaborasi yang semakin erat, implementasi Kurikulum KBC diharapkan berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, pembentukan karakter peserta didik, dan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan adaptif.
