MAN Melawi Panen Timun Perdana Hasil Program Ekoteologi, Wujudkan Kepedulian Lingkungan Berbasis Asta Protas Kemenag

Melawi (Kemenag Melawi) – MAN Melawi melaksanakan panen perdana timun sebagai hasil dari Program Ekoteologi yang telah dimulai sejak bulan Juni 2026. Panen dilakukan langsung oleh Kepala MAN Melawi, Sugeng, bersama guru dan staf madrasah di lahan kosong yang berada di samping kantor guru MAN Melawi.

Program Ekoteologi ini digerakkan oleh Ghozali Thoyib dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum dimaksimalkan menjadi area produktif. Selain timun, berbagai tanaman lain seperti kacang panjang dan terong juga dibudidayakan sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Kepala MAN Melawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata kepedulian madrasah terhadap kelestarian lingkungan. Program Ekoteologi tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada seluruh warga madrasah bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Melalui kegiatan sederhana seperti bercocok tanam, nilai-nilai cinta terhadap lingkungan dapat tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan madrasah.

Program ini juga selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan Ekoteologi, yaitu membangun kesadaran bahwa ajaran agama mendorong manusia untuk menjaga, merawat, dan melestarikan alam sebagai amanah dari Allah SWT. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Bagi MAN Melawi, Program Ekoteologi memberikan berbagai manfaat, di antaranya menciptakan lingkungan madrasah yang lebih hijau, asri, dan produktif, memanfaatkan lahan kosong menjadi area yang bernilai, serta menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik mengenai pertanian, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam menjaga lingkungan sekolah.

Secara lebih luas, Program Ekoteologi diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sebagai sumber pangan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Langkah kecil seperti menanam sayuran di lingkungan sekitar dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan, mengurangi lahan terbengkalai, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menumbuhkan budaya hidup yang lebih ramah terhadap alam.

Panen perdana timun ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui aksi nyata dapat menghasilkan manfaat yang dirasakan bersama. MAN Melawi berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Ekoteologi sebagai bagian dari budaya madrasah yang sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang religius, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *