Kepala KUA Belimbing Hulu Tanamkan Moderasi Beragama kepada Siswa MTsN 2 Melawi

Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala KUA Belimbing Hulu sekaligus Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Faisol Abdurrahman, memberikan materi Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan kepada peserta Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA) MTs Negeri 2 Melawi, Rabu (15/7). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut diikuti ratusan siswa baru dengan penuh antusias.

Materi disampaikan sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Faisol yang juga menjabat sebagai Sekretaris PD IPARI Kabupaten Melawi mengajak para siswa memahami bahwa moderasi beragama merupakan sikap beragama yang adil, seimbang, menghargai perbedaan, serta tetap teguh menjalankan ajaran agama.

Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Karena itu, nilai toleransi, cinta tanah air, semangat persatuan, dan sikap anti kekerasan perlu ditanamkan sejak dini.

“Menjadi muslim yang baik tidak bertentangan dengan menjadi warga negara yang baik. Justru Islam mengajarkan kita untuk membawa rahmat, menjaga persatuan, menghormati sesama, serta mencintai negeri tempat kita hidup,” ujar Faisol di hadapan para peserta.

Selain menyampaikan materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, dan studi kasus yang dekat dengan kehidupan remaja. Para siswa diajak menganalisis berbagai persoalan, seperti perundungan, penyebaran hoaks di media sosial, ujaran kebencian, hingga pentingnya melakukan tabayun sebelum mempercayai maupun membagikan suatu informasi.

Faisol juga mengingatkan agar generasi muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan ilmu, inspirasi, dan kebaikan, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian atau provokasi.

“Jangan mudah percaya pada setiap informasi yang beredar. Biasakan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu, karena satu unggahan yang tidak benar dapat memicu perpecahan. Jadilah generasi yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama, melainkan menjalankan ajaran agama secara benar tanpa bersikap ekstrem, sekaligus menghormati hak orang lain untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.

Suasana penyampaian materi berlangsung hangat dan komunikatif. Para siswa tampak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan kelompok, serta menyampaikan pendapat dalam sesi diskusi. Pendekatan yang interaktif tersebut membuat peserta lebih mudah memahami nilai-nilai moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.

Melalui kegiatan MATAMUDA ini, diharapkan peserta didik baru MTsN 2 Melawi tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran di madrasah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, moderat, toleran, berprestasi, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *