Penyuluh Agama Katolik Wakili Kepala Kantor Hadiri Penutupan Gawai Dayak XVIII Kabupaten Melawi

Melawi (Kemenag Melawi) — Penyuluh Agama Katolik, Senen, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi menghadiri acara Penutupan Gawai Dayak ke-XVIII Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Stadion Raden Temenggung, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Sabtu (31/5/2026).

Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Melawi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Melawi, Wakil Bupati Melawi, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Melawi, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kapolres Melawi, Komandan Batalyon 642 Kapuas, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Kepala OPD se-Kabupaten Melawi, pimpinan perusahaan, pimpinan instansi vertikal, Ketua DAD Kabupaten Melawi, Ketua Temenggung Kabupaten Melawi, Ketua DAD dari 11 kecamatan se-Kabupaten Melawi, para camat, kepala desa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan penutupan Gawai Dayak ke-XVIII diawali dengan ritual adat tolak bala, dilanjutkan acara pembukaan, display pawai budaya, makan berontang panjang, lomba solo menyanyi lagu Dayak, lomba fashion show anak dan umum, final pemilihan Ijang dan Inau Gawai Tahun 2026, hiburan rakyat, hingga acara penutupan resmi.

Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Penampilan budaya dan tradisi adat Dayak menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Senen menyampaikan bahwa Gawai Dayak bukan hanya menjadi ajang budaya semata, tetapi juga momentum mempererat persatuan dan kerukunan antar masyarakat di Kabupaten Melawi.

“Gawai Dayak merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat persaudaraan, menjaga toleransi, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Dayak di Kabupaten Melawi,” ujar Senen.

Ia juga berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam pelaksanaan Gawai Dayak dapat terus dijaga demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai.

“Keberagaman budaya dan agama di Kabupaten Melawi adalah kekuatan yang harus terus dirawat bersama. Kementerian Agama mendukung penuh kegiatan budaya yang membawa pesan persatuan, kerukunan, dan pelestarian nilai luhur masyarakat,” tambahnya.

Acara penutupan Gawai Dayak ke-XVIII Tahun 2026 berlangsung sukses dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan hingga acara berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *