Melawi (Kemenag Melawi) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Melawi berkolaborasi dengan Komisi Informasi Kalimantan Barat dalam kegiatan sosialisasi keterbukaan informasi yang ditujukan bagi kalangan Generasi Z. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2025, di lingkungan MAN Melawi dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Informasi Kalimantan Barat.
Sosialisasi diawali dengan pengenalan mengenai peran dan tugas Komisi Informasi sebagai lembaga independen yang bertugas menjalankan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Komisi Informasi memiliki fungsi menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi maupun ajudikasi nonlitigasi, sekaligus mendorong keterbukaan informasi di badan publik agar masyarakat dapat memperoleh akses informasi secara transparan.
Dalam pemaparan materi, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis informasi yang beredar di masyarakat, yaitu informasi publik dan informasi yang bersifat rahasia atau data pribadi. Informasi publik dijelaskan sebagai informasi yang dapat diakses masyarakat karena berkaitan dengan kepentingan umum, seperti program pemerintah, anggaran kegiatan, layanan publik, maupun informasi pendidikan.
Sementara itu, informasi rahasia dan data pribadi merupakan informasi yang harus dilindungi karena berkaitan dengan privasi individu. Contohnya seperti nomor identitas, data kesehatan, alamat rumah, kata sandi akun, serta informasi pribadi lainnya yang tidak boleh disebarluaskan tanpa izin pemiliknya.
Selain itu, narasumber juga memberikan edukasi tentang fenomena hoaks dan ghosting informasi di era digital. Hoaks dijelaskan sebagai informasi palsu yang disebarkan tanpa dasar fakta yang jelas, sedangkan ghosting informasi merujuk pada kondisi ketika seseorang tiba-tiba menghentikan komunikasi atau menyebarkan informasi tanpa kejelasan sumber.
Para siswa diajak memahami cara menyaring informasi melalui prinsip “Saring sebelum Sharing”. Langkah tersebut meliputi memeriksa sumber informasi, memastikan kebenaran isi berita, membandingkan dengan referensi terpercaya, serta tidak langsung membagikan informasi yang belum terverifikasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi informasi di kalangan pelajar, khususnya Generasi Z, agar mampu menjadi pengguna media digital yang bijak dan bertanggung jawab. Sosialisasi ini juga diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang kritis dalam menerima informasi, memahami batas antara informasi publik dan data pribadi, serta mampu melawan penyebaran hoaks di lingkungan masyarakat.
