Melawi (Kemenag Melawi) — Kementerian Agama Kabupaten Melawi kembali menggelar kegiatan Mimbar Ramadan yang berlangsung di Studio Podcast Siniman Kemenag Melawi, Kamis (5/3). Kegiatan ini menghadirkan narasumber H. Qomarul Khair dengan host Juliar Herlina.
Mengangkat tema seputar peran digital dalam kehidupan spiritual, H. Qomarul Khair menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial secara bijak dan proporsional, terutama di bulan suci Ramadan.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa ruang digital memiliki tiga fungsi utama yang harus dijaga, yakni fungsi edukasi, fungsi informasi, dan fungsi literasi.
“Media sosial jangan hanya menjadi ruang hiburan semata. Ia harus menjadi sarana edukasi, menyampaikan informasi yang benar, serta meningkatkan literasi umat,” ujarnya.
Menurutnya, setiap konten yang diproduksi dan disebarkan harus memiliki nilai publikasi yang jelas dan bernilai informasi. Artinya, ada pesan yang bermanfaat, ada ajakan pada kebaikan, dan ada transmisi nilai yang membangun.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada arus hiburan berlebihan hingga melupakan esensi Ramadan.
“Jangan sampai lebih banyak hiburannya, lalu kita lupa diri. Ramadan adalah momentum menata ulang cara kita bermedia,” tegasnya.
Pada bagian “Durasi”, ia menyoroti pentingnya pengaturan waktu dalam bermedia sosial. Pemanfaatan media digital harus proporsional, tidak berlebihan, dan tidak mengganggu kewajiban utama, baik ibadah maupun tanggung jawab pekerjaan.
Sementara dalam pembahasan “Situasi”, H. Qomarul Khair mengingatkan pentingnya etika bermedia. Tidak semua hal harus dikomentari. Ada saatnya berbicara, ada saatnya diam.
“Kapan kita harus berkomentar dan kapan harus menahan diri, itu bagian dari kedewasaan spiritual,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengangkat aspek “Koneksi”, yakni pentingnya membangun jaringan yang menguatkan iman dan nilai-nilai positif. Menurutnya, pertemanan dan relasi di dunia digital hendaknya menjadi penguat, bukan justru melemahkan semangat beribadah.
Host Juliar Herlina memandu dialog dengan interaktif, sehingga pembahasan terasa ringan namun tetap berbobot. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag Melawi dalam memberikan edukasi keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui Mimbar Ramadan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan ruang digital, menjadikannya sebagai sarana dakwah, literasi, dan penguatan spiritual di era modern.
