Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Muhammad Qamarul Khair beserta jajaran staf, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Tanjung Paoh, Kecamatan Pinoh Utara, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka peletakan batu pertama rehabilitasi dan renovasi Madrasah PHTC Provinsi Kalimantan Barat II yang berlokasi di MIS Al-Ma’arif 3 Tanjung Paoh.
Turut hadir dalam kegiatan ini para kepala madrasah negeri dan swasta di lingkungan Nanga Pinoh serta perwakilan kontraktor dan undangan lainnya.
Rangkaian acara dibuka dan dipandu oleh Suhada selaku ketua KKG yang turut hadir dan mengarahkan jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MIS Al-Ma’arif 3 Tanjung Paoh, Hindun Umar, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan peletakan batu pertama tersebut. Ia menuturkan bahwa program rehabilitasi dan renovasi ini merupakan penantian panjang lebih dari satu tahun, sejak madrasah ditetapkan sebagai calon penerima bantuan hingga akhirnya dapat direalisasikan.
“Ini adalah harapan besar bagi kami. Setelah lebih dari satu tahun menunggu sejak ditetapkan sebagai calon penerima, hari ini menjadi momentum penting bagi peningkatan sarana dan prasarana madrasah,” ujar Hindun Umar.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Melawi, Anuar Akhmad, menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah. Ia berharap rehabilitasi ini dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
Usai sambutan, Anuar Akhmad secara simbolis melakukan peletakan batu pertama, menandai dimulainya rehabilitasi dan renovasi Madrasah PHTC Provinsi Kalimantan Barat II di MIS Al-Ma’arif 3 Tanjung Paoh.
Di akhir sesi, Kasi Pendis Kemenag Melawi, Muhammad Qamarul Khair, menyampaikan bahwa pembangunan ini diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dan pengawasan agar hasil pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan membawa keberkahan.
