Kakan Kemenag Melawi Sholat Isya dan Tarawih Berjamaah di Masjid Agung Juang, Sampaikan Kultum Ramadan

Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat pada Selasa malam (24/2) di Masjid Agung Juang, Nanga Pinoh.

Tidak hanya menghadiri kegiatan ibadah tersebut, Anuar Akhmad juga bertugas sebagai pemberi kultum Ramadan. Dalam kultumnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesehatan sehingga dapat menjalani ibadah puasa hingga hari ke-7 Ramadan tahun ini.

Anuar Akhmad menyampaikan bahwa terdapat tiga hal utama yang patut disyukuri oleh umat Islam. Pertama, masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Kedua, Allah SWT memberikan kesehatan, sebab tidak sedikit orang yang memiliki kesempatan tetapi terkendala kondisi fisik, atau memiliki niat namun tidak didukung kesehatan. Ketiga, Allah memberikan kesempatan, karena ada pula yang sehat tetapi tidak sempat menjalankan ibadah dengan optimal.

“Semua ini adalah nikmat yang sangat besar. Bertemu Ramadan, diberi kesehatan, dan diberi kesempatan adalah karunia yang tidak dimiliki semua orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anuar Akhmad mengutip pandangan Imam Al-Ghazali yang membagi manusia ke dalam empat kelompok. Pertama, orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Kedua, orang yang sengsara di dunia namun bahagia di akhirat. Ketiga, orang yang bahagia di dunia tetapi tidak bahagia di akhirat. Keempat, orang yang tidak bahagia baik di dunia maupun di akhirat.

Melalui kultum tersebut, ia mengajak jamaah untuk berupaya menjadi golongan yang bahagia di dunia dan akhirat, dengan memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki iman, memperbanyak amal saleh, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Kegiatan sholat Isya dan Tarawih berjamaah berlangsung dengan khusyuk dan diikuti antusias oleh jamaah Masjid Agung Juang Nanga Pinoh, sekaligus menjadi sarana penguatan spiritual masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *