Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, H. Anuar Akhmad, secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IPARI Kabupaten Melawi yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Rumah Sakit dan Sekolah, Selasa (10/2).
Dalam sambutannya, H. Anuar Akhmad menekankan bahwa peran penyuluh agama ke depan harus semakin luas dan inklusif. Ia mengingatkan agar program-program IPARI tidak hanya menyentuh kalangan usia tua, tetapi juga menjangkau generasi muda lintas latar belakang.
“Kalau yang tua sudah banyak. Ke depan, penyuluh juga harus menyentuh kalangan remaja, anak-anak sekolah, remaja masjid, bahkan remaja gereja. Sekarang ini, yang ramai justru remaja kafe, sementara remaja masjid atau remaja gereja semakin sepi. Ini yang harus kita hidupkan kembali,” tegasnya.
Menurutnya, program IPARI harus dirancang untuk menjangkau semua kalangan, tanpa terkecuali. Penyuluh agama diharapkan mampu menjadi teladan, tidak hanya dalam penyampaian materi keagamaan, tetapi juga dalam sikap, perilaku, dan kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Ia juga memberi perhatian khusus kepada saudara-saudara penyandang disabilitas. H. Anuar Akhmad mengungkapkan bahwa pernah ada keluhan dari kalangan disabilitas yang ingin beribadah di tempat ibadah, namun masih menghadapi berbagai kendala.
“Mereka juga ingin beribadah dengan nyaman. Ini menjadi tugas moral kita bersama. Penyuluh agama diharapkan hadir, memberikan motivasi, pendampingan, dan memastikan mereka tidak merasa terpinggirkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Kantor mendorong para penyuluh untuk aktif menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti kepala desa, tokoh masyarakat, karang taruna, serta lembaga pendidikan dan kesehatan, agar dakwah dan bimbingan keagamaan semakin kuat dan berdampak luas.
Kegiatan pembukaan Rakerda IPARI dan penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Direktur RSUD Melawi dr. Ilza Nanta Satia, Kasubbag TU Fazli Aminuddin, para kepala seksi dan penyelenggara, serta Kepala SMK 1 Bina Kusuma. Turut hadir pula para penyuluh agama Islam, Kristen, dan Katolik se-Kabupaten Melawi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan IPARI Melawi semakin solid dan mampu menjadi motor penggerak penyuluhan agama yang ramah, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lintas usia dan latar belakang.
