DWP Kemenag Melawi Siap Implementasikan Gerakan Eco Enzyme, Dari Rumah Tangga Menuju Lingkungan Berkelanjutan

Pontianak (Kemenag Melawi) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Melawi menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan gerakan ramah lingkungan berbasis Eco Enzyme setelah mengikuti Seminar Eco Enzyme yang diselenggarakan oleh DWP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kalbar tersebut menghadirkan Sri Eliyati, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Mempawah, sebagai narasumber dengan materi “Pemanfaatan Eco Enzyme untuk Kesehatan, Kecantikan, dan Lingkungan.” Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik dapur, gula, dan air selama minimal tiga bulan, bahkan dapat menghasilkan kualitas lebih optimal apabila difermentasi selama 6 hingga 12 bulan.

Peserta mendapatkan bimbingan teknis mengenai proses pemanenan yang tepat, mulai dari membuka wadah fermentasi secara perlahan, menyaring cairan, memisahkan ampas, hingga menyimpannya dalam botol berlabel di tempat teduh. Ciri fermentasi yang siap panen ditandai dengan aroma asam segar seperti cuka, warna cokelat tua hingga kekuningan, serta tidak adanya jamur hitam.

Ketua DWP Kemenag Melawi, Ny. Atika Prestiani, menyampaikan bahwa gerakan Eco Enzyme sangat relevan untuk diterapkan di lingkungan keluarga ASN maupun satuan kerja sebagai langkah sederhana menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah rumah tangga.

“Gerakan ini mudah dilakukan dari rumah, namun memiliki dampak besar bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Kami berkomitmen untuk mengedukasi anggota DWP di Melawi agar dapat mempraktikkannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat ekologis, Eco Enzyme juga berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan bernilai ekonomi, seperti sabun berbahan alami yang bermanfaat untuk perawatan kulit, sehingga membuka peluang usaha produktif bagi anggota.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, DWP Kemenag Melawi berharap gerakan pengelolaan limbah organik dapat menjadi budaya baru di lingkungan keluarga besar Kementerian Agama, sekaligus mendorong terciptanya gaya hidup sehat, mandiri, dan ramah lingkungan di Kabupaten Melawi.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, DWP Kemenag Melawi berupaya menjadikan langkah kecil dari rumah tangga sebagai kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam dan mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *