Melawi (Kemenag Melawi) – Lapangan MAN Melawi kembali menjadi saksi prestasi membanggakan pada Rabu (21/01/2026). Setelah sebelumnya sukses di kancah ASEAN, kini guru dan siswa MAN Melawi menunjukkan taringnya di tingkat nasional melalui peluncuran buku kumpulan puisi dan cerpen bertajuk “Anak Merah Putih Tak Takut Masalah”.
MAN Melawi bersinergi dengan kementerian PPPA dan TISI. Karya literasi ini merupakan proyek bergengsi yang diprakarsai oleh Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program ini bertujuan untuk menyuarakan ketangguhan anak-anak Indonesia melalui karya sastra.
Adapun lima penulis dari MAN Melawi yang karyanya berhasil lolos kurasi ketat dan dibukukan adalah: Misnawati (Guru Pembimbing/Penulis), Purnama Indah (Siswa), Noffa Nur Alpi (Siswa), Juwita (Siswa), dan Aulia Muhfidah Azzahra (Siswa).
Keberhasilan ini tidak didapatkan dengan mudah. Di bawah bimbingan Ibu Misnawati, para siswa harus bersaing dengan penulis-penulis berbakat dari seluruh penjuru Indonesia. Dapat dikatakan persaingan ketat penulis se-Indonesia. Melalui proses kurasi yang sangat ketat oleh tim ahli, karya 1 guru dan dari empat siswa tersebut dinyatakan layak muat hingga masing-masing mendapatkan satu eksemplar buku sebagai bukti autentik pemuatan karya mereka.
“Alhamdulillah, melalui bimbingan intensif, empat siswa kami mampu membuktikan bahwa kualitas tulisan mereka sudah setara dan mampu bersaing dengan penulis nasional,” ujar Ibu Misnawati saat prosesi penyerahan buku.
Kepala MAN Melawi, Sugeng, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Beliau menekankan bahwa penguatan literasi memiliki dampak langsung pada kecerdasan dan hasil belajar siswa.
“Kami sangat bersyukur. Penyerahan buku ini membuktikan bahwa program literasi di MAN Melawi berjalan dengan sangat baik. Harapan kami, ke depan akan semakin banyak penulis berbakat yang lahir dari madrasah ini. Literasi yang kuat akan berimbas pada membaiknya hasil belajar dan pola pikir siswa secara keseluruhan,” tegas Sugeng.
Penyerahan buku ini ditutup dengan sesi foto bersama di tengah lapangan, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh warga madrasah sebagai bentuk dukungan penuh madrasah atas bangkitnya generasi penulis dari Melawi.
