Menebar Rahmat di Ruang Nyata dan Digital, Makna Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Dibahas dalam Podcast Si Niman

Melawi (Kemenag Kalbar) — Podcast Si Niman kembali hadir dengan mengangkat tema Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Konteks Kekinian pada Selasa (16/12). Podcast ini menghadirkan M. Yusuf sebagai narasumber dengan Saparwandi sebagai host, membahas bagaimana nilai-nilai Islam yang penuh rahmat dapat diwujudkan secara nyata, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

Dalam pemaparannya, M. Yusuf menjelaskan bahwa Islam rahmatan lil ‘alamin berarti menebarkan kebaikan dalam kondisi apa pun. Nilai rahmat tidak hanya ditunjukkan saat berada dalam situasi nyaman, dipuji, atau diuntungkan, tetapi juga ketika menghadapi perbedaan pendapat, diuji secara emosional, bahkan saat menerima perlakuan yang kurang menyenangkan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sikap rahmat juga harus tercermin dalam etika bermedia sosial. Apa yang ditulis, dibagikan, dan dikomentari di ruang digital merupakan cerminan dari nilai yang diyakini seseorang. Konten yang tidak bermanfaat, bernada negatif, atau menyinggung pihak lain kerap disebarkan tanpa disadari, padahal dampaknya dapat melukai dan menimbulkan persoalan berkepanjangan.

M. Yusuf menekankan pentingnya kesadaran diri sebelum menyampaikan pendapat di ruang publik. Setiap individu perlu memahami posisi dan tujuan berbicara, serta mempertimbangkan manfaat dari pesan yang disampaikan. Mengoreksi diri sendiri dinilai lebih utama daripada mudah menilai dan menghakimi orang lain.

Islam, menurutnya, juga mengajarkan agar umatnya tidak merasa paling benar dan tidak larut membandingkan diri dengan orang lain. Dengan mensyukuri apa yang dimiliki serta menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, akan tumbuh sikap saling memahami, menghargai, dan menebarkan rahmat.

Melalui Podcast Si Niman, pesan Islam rahmatan lil ‘alamin diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi sikap hidup yang nyata dan dirasakan manfaatnya, baik di ruang nyata maupun di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *