Melawi (Kemenag Melawi) — Setelah melaksanakan senam bersama, Kepala MAN Melawi, Sugeng, memberikan motivasi kepada seluruh murid dengan mengulas makna QS. Ar-Ra’d ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah Swt. tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka sendiri berusaha mengubah apa yang ada pada diri mereka pada jum’at (24/7/2026).
Dalam arahannya, Sugeng menegaskan bahwa ayat tersebut mengajarkan pentingnya ikhtiar, kerja keras, dan tanggung jawab dalam meraih cita-cita. Menurutnya, keberhasilan seorang murid tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh.
“Jika ingin memperoleh nilai yang baik, maka harus ada usaha, yaitu belajar dengan tekun, disiplin, dan bersungguh-sungguh. Tidak ada hasil yang diraih tanpa proses,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menjelaskan perbedaan antara nasib dan takdir. Takdir merupakan ketetapan Allah Swt. yang berada di luar kendali manusia, seperti waktu kelahiran, jenis kelamin, maupun kematian. Sementara itu, nasib berkaitan dengan keadaan hidup yang dapat berubah melalui ikhtiar, doa, dan amal yang dilakukan seseorang. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk terus berusaha dan tidak hanya bergantung pada harapan tanpa tindakan.
Sugeng juga mengajak seluruh murid untuk membangun kebiasaan-kebiasaan baik sebagai bentuk usaha mengubah nasib, di antaranya menghormati guru dan orang tua, menjaga hubungan baik dengan teman, belajar dengan giat dan serius, serta senantiasa memperbaiki akhlak dan meningkatkan kedisiplinan. Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui motivasi tersebut, Kepala MAN Melawi berharap seluruh murid semakin menyadari bahwa masa depan dapat dibentuk melalui usaha yang sungguh-sungguh. Dengan ikhtiar, doa, dan tawakal kepada Allah Swt., setiap murid memiliki kesempatan untuk meraih prestasi, mengembangkan potensi diri, serta mewujudkan cita-cita yang diimpikan.
Berdasarkan ayat Ar-Ra’d ayat 11 tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik harus diawali dengan ikhtiar. Takdir adalah ketetapan Allah Swt. yang menjadi hak prerogatif-Nya, sedangkan nasib dapat berubah melalui usaha, doa, dan perilaku yang baik. Oleh karena itu, setiap murid hendaknya terus belajar dengan tekun, menghormati guru dan sesama, serta tidak pernah berhenti berusaha agar mampu meraih masa depan yang lebih baik.
