Kakan Kemenag Melawi Terima Audiensi Guru Belajar Foundation Bahas Temu Pendidik Nusantara XIII

Melawi (Kemenag Melawi) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad, menerima kunjungan audiensi dari Guru Belajar Foundation bersama Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Melawi terkait pelaksanaan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII, di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Senin (25/5/2026).

Audiensi tersebut dilakukan dalam rangka penyampaian proposal permohonan dukungan dan silaturahmi kepada Kementerian Agama Kabupaten Melawi terkait pelaksanaan kegiatan Temu Pendidik Nusantara XIII yang akan digelar di Kabupaten Melawi.

Berdasarkan surat permohonan audiensi Nomor: 5726/BSM-YGB/V/2026 tertanggal 17 Mei 2026, Guru Belajar Foundation menyampaikan bahwa TPN merupakan konferensi pendidikan tahunan yang menjadi wadah bagi para pendidik untuk berbagi praktik baik, hasil karya, serta memberikan apresiasi terhadap kontribusi guru dalam perubahan pendidikan di Indonesia.

Tahun ini, Temu Pendidik Nusantara XIII mengusung tema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia” dan akan melibatkan ribuan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia dalam format luring (offline). Kabupaten Melawi menjadi salah satu daerah penyelenggara kegiatan tersebut.

Dalam audiensi tersebut, pihak Guru Belajar Foundation dan KGBN Melawi juga mengharapkan dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Melawi dalam bentuk sinergi, rekomendasi, serta dukungan moral demi suksesnya pelaksanaan kegiatan pendidikan tersebut.

Kakan Kemenag Melawi, Anuar Akhmad, menyambut baik kunjungan audiensi tersebut dan mengapresiasi upaya Guru Belajar Foundation dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi antarpendidik.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kami sangat mengapresiasi hadirnya kegiatan Temu Pendidik Nusantara ini karena dapat menjadi ruang berbagi inspirasi, inovasi, dan penguatan kapasitas para pendidik, termasuk di Kabupaten Melawi,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan di daerah serta memperkuat semangat kolaborasi antarinstansi dan komunitas pendidikan.

“Semoga kegiatan ini mampu melahirkan gagasan-gagasan baru dan memperkuat semangat para pendidik dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *