MGMP PAK SMA Melawi Perkuat Profesionalisme Guru, Penyelenggara Kristen Tekankan Disiplin Administrasi

Melawi (Kemenag Melawi) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMP PAK) tingkat SMA Kabupaten Melawi kembali menunjukkan perannya sebagai ruang strategis peningkatan mutu pendidikan. Dalam pertemuan koordinatif terbaru, MGMP PAK tidak hanya menjadi forum berbagi metode pembelajaran, tetapi juga wadah evaluasi kritis terhadap profesionalisme guru di lapangan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan koordinasi langsung bersama Penyelenggara Kristen, Roni sebagai bentuk sinergi antara pembina teknis dan pelaksana pendidikan di sekolah. Dalam arahannya, Penyelenggara Kristen menegaskan bahwa kualitas pendidikan agama tidak boleh berhenti pada aspek pengajaran di kelas, tetapi harus ditopang oleh integritas profesional dan ketertiban administrasi yang terukur.

“Guru PAK tidak cukup hanya mengajar. Profesionalisme itu terlihat dari kesiapan perangkat, konsistensi pelaporan, dan keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab administratif,” tegas Roni.

Penegasan ini bukan tanpa alasan. Di lapangan, masih ditemukan kecenderungan sebagian guru yang mengabaikan kelengkapan administrasi, seperti perangkat pembelajaran, laporan kinerja (SKP/e-kinerja), hingga bukti fisik kehadiran dan pelaksanaan tugas. Padahal, aspek administrasi merupakan indikator objektif dalam menilai kelayakan profesional seorang guru, termasuk dalam proses verifikasi tunjangan.

MGMP PAK sebagai forum kolektif dinilai memiliki peran penting untuk mengoreksi kondisi ini. Diskusi yang berlangsung tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menyentuh persoalan riil yang dihadapi guru: mulai dari keterbatasan pemahaman teknis hingga rendahnya disiplin dalam pengelolaan dokumen kerja.

Beberapa peserta secara terbuka mengakui bahwa administrasi sering dianggap sebagai beban tambahan, bukan bagian integral dari panggilan profesi. Perspektif ini justru dikritisi dalam forum. Administrasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk akuntabilitas dan bukti nyata bahwa proses pendidikan berjalan secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

MGMP juga mendorong adanya standardisasi minimal perangkat yang wajib dimiliki setiap guru PAK, termasuk RPP/Modul Ajar, jurnal mengajar, daftar hadir, serta laporan kinerja berkala. Dengan standar yang jelas, tidak ada lagi ruang untuk alasan ketidaktahuan atau kelalaian.

Di sisi lain, Roni menegaskan bahwa pembinaan akan terus dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan adanya langkah tegas bagi guru yang secara berulang mengabaikan kewajiban profesionalnya. “Pembinaan bukan berarti toleransi tanpa batas. Ada standar yang harus dijaga,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pembinaan guru PAK di Kabupaten Melawi bergerak ke jalur yang lebih tegas dan terukur. Profesionalisme tidak lagi dipahami secara abstrak, tetapi diwujudkan dalam kinerja nyata yang terdokumentasi dengan baik.

Ke depan, MGMP PAK diharapkan tidak hanya menjadi forum rutin, tetapi motor penggerak perubahan budaya kerja guru—dari yang sekadar menjalankan tugas, menjadi pelayan pendidikan yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab penuh atas panggilannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *