Melawi (Kemenag Melawi) – Suasana khidmat menyelimuti ruang kelas XI MAN Melawi pada Kamis, (5/3/2026). Para peserta didik nampak antusias mengikuti kegiatan Syarhil Quran, sebuah metode pembelajaran interaktif yang dirancang khusus untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan penguatan spiritualitas dan karakter.
Kegiatan ini bukan sekadar tadarus biasa, melainkan bagian dari program penguatan karakter dan keagamaan madrasah. Sesuai dengan tema besar “Ramadan sebagai Momentum Penguatan Iman, Akhlak, dan Kepedulian Sosial,” para siswa diajak untuk menyelami Al-Qur’an lebih dalam.
Siswa memulai dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, kemudian memilih surah pendek atau penggalan ayat tertentu yang relevan dengan tema pilihan mereka. Tak berhenti di situ, siswa juga membacakan saritilawah (terjemahan puitis) dan menguraikan makna ayat tersebut dengan mengaitkannya pada konteks kehidupan sehari-hari serta hikmah menjalankan ibadah Ramadan.
Salah satu Guru MAN Melawi yang mengampu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut menjelaskan bahwa Syarhil Quran adalah instrumen penting untuk membentuk pembiasaan positif di madrasah.
“Kami ingin siswa tidak hanya sekadar fasih membaca secara lisan, tetapi juga mampu memahami pesan-pesan moral Al-Qur’an untuk menjawab tantangan zaman. Ini adalah upaya kami dalam menguatkan iman dan akhlak mereka melalui pembiasaan yang nyata,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berperilaku, terutama dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan puasa.
Program ini menjadi bukti komitmen MAN Melawi dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap kokoh secara spiritual.
