Melawi (Kemenag Melawi) — Sesi Kajian Ilmu pada hari ketiga kegiatan Pesantren Kilat MAN Melawi di Masjid Al-Hikmah MAN Melawi diisi oleh Faisol Abdurrohman, Penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Dalam kesempatan tersebut, pemateri menyampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan nilai keimanan, keteladanan para nabi, serta pentingnya bersyukur kepada Allah SWT.
Di awal penyampaian materi, Faisol Abdurrohman mengajak para siswa untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Rasa syukur dapat diwujudkan dengan memperbanyak ibadah, menjaga akhlak, serta memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Pemateri juga menjelaskan bahwa kisah-kisah para nabi dalam Al-Qur’an mengandung banyak pelajaran yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kisah yang disampaikan adalah kisah Nabi Musa AS yang menunjukkan kebesaran mukjizat Allah SWT melalui berbagai peristiwa luar biasa yang diberikan kepada beliau.
Selain itu, disampaikan pula bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Mukjizat Al-Qur’an memberikan banyak manfaat bagi umat Islam, di antaranya sebagai pedoman hidup, sumber ilmu, serta penuntun dalam membedakan yang benar dan yang salah. Oleh karena itu, para siswa diajak untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, terutama di bulan suci Ramadhan.
Dalam kajian tersebut, pemateri juga mengangkat kisah Nabi Yusuf AS yang mengajarkan tentang kesabaran, keteguhan iman, serta keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.
Agar suasana lebih interaktif, Faisol mengajak para siswa mengikuti permainan menggambar berdasarkan instruksi yang diberikan. Hasilnya, setiap siswa menghasilkan gambar yang berbeda meskipun menerima instruksi yang sama. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa setiap orang memiliki perspektif yang berbeda, sehingga dalam kehidupan diperlukan contoh dan teladan agar seseorang dapat memahami dan mengikuti jalan yang benar.
Melalui sesi kajian ilmu ini, para siswa diharapkan dapat meningkatkan rasa syukur, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, lebih dekat dengan Al-Qur’an, serta meneladani akhlak para nabi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang beriman, berakhlak baik, dan memiliki semangat untuk terus belajar.
