Melawi (Kemenag Melawi) — MTsN 2 Melawi berhasil meraih Juara 2 dalam Pawai Obor menyambut Ramadan 1447 H kategori sekolah yang digelar meriah di Nanga Pinoh. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan unsur masyarakat sebagai bentuk syiar Islam serta ungkapan kegembiraan menyambut bulan suci.
Pawai obor secara resmi dibuka oleh Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, dan dihadiri Wakil Bupati Melawi, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, Anuar Akhmad.
MTsN 2 Melawi tampil dengan jumlah peserta yang besar dan formasi yang tertib, mengusung nuansa religius yang dipadukan dengan semangat kebersamaan. Penampilan para siswa yang kompak, kreatif, dan penuh semangat mendapat apresiasi dari dewan juri sehingga berhasil meraih posisi kedua pada kategori sekolah.
Secara keseluruhan, peserta pawai berasal dari berbagai unsur, mulai dari remaja masjid, pondok pesantren, hingga lembaga pendidikan. Iring-iringan juga dimeriahkan oleh penampilan enam kelompok drumband dari sejumlah sekolah yang menambah semarak suasana malam penyambutan Ramadan.
Rute pawai dimulai dari Tugu Naruto, menyusuri jalan utama Kota Nanga Pinoh menuju Tugu Juang, kemudian kembali lagi ke titik awal. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan lantunan salawat, cahaya obor yang berjejer, serta kreativitas peserta yang menampilkan berbagai atribut bernuansa keislaman.
Kepala Kantor Kemenag Melawi, Anuar Akhmad, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para pelajar, termasuk MTsN 2 Melawi yang telah menunjukkan semangat syiar Ramadan melalui kegiatan positif dan edukatif.
“Pawai obor ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi sarana menanamkan nilai keimanan, kebersamaan, dan moderasi beragama kepada generasi muda. Prestasi MTsN 2 Melawi adalah bukti bahwa pelajar mampu berperan aktif dalam syiar keagamaan dengan cara yang kreatif dan membangun,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan sebagai media pembinaan karakter religius, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan suasana damai dan penuh keberkahan dalam menyambut bulan suci Ramadan.
